Buka Matahati

Iqro (media silaturahmi selalu berbagi dalam sudut pandang yang berbeda)

Archive for November, 2010

Parasetamol Berdampak Buruk bagi Batita?

Posted by doel on November 29, 2010

WELLINGTON–Penggunaan parasetamol untuk bayi mungkin berhubungan dengan pengembangan alergi dan asma di kemudian hari. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi temuan ini.

“Penelitian lanjutan perlu, apalagi manfaat penggunaan parasetamol untuk pengendalian demam masih lebih besar daripada potensi pengembangan alergi di kemudian hari,” kata Julian Crane, profesor di Universitas Otago Wellington dan penulis laporan ini.

Laporan yang telah muncul dalam jurnal Clinical and Experimental Allergy  didasarkan pada studi nasional mengenai asma dan alergi. Penelitian ini menyasar penggunaan parasetamol untuk 505 bayi di Christchurch dan 914 anak usia 5-6 tahun untuk melihat apakah mereka mengembangkan tanda-tanda asma atau sensitivitas alergi.

“Temuan utama adalah bahwa anak-anak yang menggunakan parasetamol sebelum usia 15 bulan (90 persen) lebih dari tiga kali lebih mungkin untuk menjadi peka terhadap alergen dan dua kali lebih mungkin mengembangkan gejala asma pada enam tahun daripada anak-anak tidak menggunakan parasetamol,” kata Crane dalam sebuah pernyataan.

Penelitian ini menemukan bahwa hingga enam tahun, 95 persen dari sampel penelitian menggunakan parasetamol dan ada peningkatan risiko yang signifikan untuk asma dan mengi. Tapi temuan tergantung pada seberapa banyak parasetamol telah digunakan, dengan risiko lebih besar bagi mereka dengan gejala asma parah./Siwi Tri Puji B/republika.co.id

Sumber: Reuters

 

Posted in Tahukah Anda ? | Leave a Comment »

Wah, 2011 Kemenkes Tanggung Seluruh Biaya Persalinan Ibu Hamil

Posted by doel on November 29, 2010

JAKARTA–Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2011 akan menanggung seluruh biaya persalinan mulai dari sebelum, saat, hingga setelah persalinan bagi ibu yang sedang hamil. Syaratnya, proses persalinan itu dilakukan di rumah sakit kelas III atau puskesmas.
“Kami menjamin akan menanggung biaya persalinan mulai dari pemeriksaan sebanyak empat kali sebelum persalinan, saat persalinan, dan tiga kali kontrol setelah persalinan,” kata Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medis Kemenkes, Supriyantoro, usai menjadi pembicara dalam Rapat Paripurna Revitalisasi Program Keluarga Berencana Kesehatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (26/11).

Kemenkes meluncurkan ‘Program Jaminan Persalinan’ untuk menekan angka kematian ibu bersalin. Saat ini Kemenkes mencatat jumlah kematian ibu masih di atas 228 orang per 100 ribu penduduk. “Jumlah itu masih sangat tinggi. Dengan program ini kami berharap bisa menekan hingga 118 per 100 ribu penduduk,” kata Supriyantoro.

Mekanisme pemberian jaminan persalinan ini diberikan seperti jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Dana yang dikeluarkan untuk program ini diperkirakan mencapai Rp 2,3 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengatakan, program persalinan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas kelahiran penduduk tanpa meningkatkan jumlah penduduk./Endro Yuwanto/republika.co.id

Sumber: kominfo-newsroom

 

Posted in Informasi Umum | Leave a Comment »

Gama Knife Obati Tumor Tanpa Operasi

Posted by doel on November 15, 2010

gammaknife

gamma_knife

DENPASAR–Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Karawaci Tangerang Provinsi Banten, Prof Dr Eka Julianta Wahjoeparmono mengatakan, peralatan kedokteran “gama knife” dapat mengobati tumor sulit diditeksi, tanpa operasi. “Saat ini peralatan ‘gama knife’ belum ada di Indonesia karena harganya mahal, sehingga penderita tumor terpaksa berobat ke luar negeri,” katanya di Nusa Dua Bali, Kamis.

Pernyataan itu, disampaikan Eka disela-sela seminar internasional tentang bedah saraf yang diikuti 210 peserta dari mancanegara. Menurut dia, bila ada pasien yang menderita penyakit tumor pada kepala, dan sulit untuk dideteksi termasuk dengan operasi karena keterbatasan alat untuk membuangnya, bisa dilakukan dengan “gama knife” itu. “Penggunaan alat itu, bisa dilakukan dengan cara ditembakkan menggunakan sinar,” ujarnya.
Dia menambahkan, Universitas Pelita Harapan, berencana membeli perlatan kedokteran itu pada 2011, meski harganya mencapai 6 juta dolar Amerika Serikat dengan menggandeng rekanan dari Negara Paman Sam tersebut. Presiden Organisasi Bedah Syaraf Asia dan Oceania itu, juga menyayangkan banyaknya penderita tumor yang berobat ke luar negeri dengan biaya yang mahal, padahal bila alat itu ada dapat diatasi para ahli bedah syaraf di Indonesia.
Sebagai contoh, untuk operasi tumor yang sulit dideteksi itu, maka warga Indonesia harus mengeluarkan uang mencapai Rp130 juta bila berobat ke Singapura dan jika ke Taiwan sebesar Rp75 juta. “Memang tidak semua penderita tumor atau penyakit syaraf lainnya berobat ke luar negeri, ada juga yang di dalam negeri. Di Rumah Sakit Siloam, Karawaci, tempat saya praktik, menangani sekitar 300 pasien per tahun,” katanya.
Ia juga menjelaskan, berdasarkan kajian penggunaan “gama knife” dapat mengurangi penderita penyakit gila yang diderita pasien. Menyangkut sumber daya manusia bidan kedokteran bedah saraf di Indonesia, menurut dia, tidak kalah dengan luar negeri, hanya perlatannya yang tebatas.
Eka juga mengatakan, saat ini cukup banyak pasien gangguan syaraf dari luar negeri, seperti Singapura, Hongkong, Malaysia, Belanda, Kanada, Swiss dan Amerika Serikat menjalani operasi dan perawatan di RS Siloam Karawaci, dengan biaya relatif murah.
“Biaya di kota cukup murah. Untuk pengobatan pasien yang syarafnya terjepit misalnya hanya Rp60 juta, sementara di Singapura mencapai Rp400 juta,” ujarnya. Demikian pula bila ada pasien menderita pecah pembuluh darah di otak, jika berobat ke Amerika mengeluarkan dana sebesar Rp250 miliar tapi bila di RS siloam hanya Rp500 juta./Krisman Purwoko/Republika

Posted in Tahukah Anda ? | Leave a Comment »

Tanda Pradiabetes Dapat Dideteksi

Posted by doel on November 10, 2010

LONDON – Para peneliti dari University College London menyatakan perubahan kimia tubuh dapat dideteksi bertahun-tahun sebelum gejala diabetes 2 menyerang. Studi Lancet, label untuk penelitian, menunjukkan jika perubahan kadar glukosa darah dan kensensitifan sensulin dapat dideteksi pada tubuh orang yang tengah menuju diabetes.

Tim periset meneliti 6.538 tenaga buruh sipil sekitar lebih dari sepuluh tahun. Pada kurun waktu itu terdapat 505 kasus diabetes tipe dua dalam grup partisipan.

Peneliti mengamati naik-turun kadar glukosa darah dalam tubuh para partisipan. Selain itu, mereka juga memantau bagaimana sel-beta pankreas bekerja, dan bagaimana kensensitifan sensulin berubah dari tahun ke tahun.

Tim menemukan partisipan yang tidak mengembangkan kondisi menuju diabetes, menunjukkan perubahan ‘tetap’ dalam tubuh. Kondisi konstan itu terjadi meski dalam kurun sepuluh tahun.

Sangat kontras, partisipan yang menuju arah diabetes menunjukkan peningkatan cepat dalam kadar glukosa. Peningkatan terjadi saat tidak makan maupun setelah makan. Itu berlanjut tiga tahun hingga mereka didiagnosa mengidap gejala diabetes tipe 2.

Tim juga menemukan peningkatan cukup tajam dalam kesensitifan insulin pada pasien diabetes. Kondisi itu dideteksi lima tahun sebelum mereka didiagnosa mengidap.

Pemimpin penelitian, Adam Tabak mengatakan model studi mereka membantu orang-orang yang beresiko tinggi mengidap diabetes. “Sehingga kami dapat membidik orang-orang itu lebih baik untuk mencegah mereka mengembangkan penyakit tersebut,” ujarnya.

“Kami yakin campur tangan saat permulaan sangat penting, bahkan sebelum masuk tahap pradiabetes konvensional” kata Adam. “Metoda itu kami harap dapat menghambat diabetes secara mendasar,” ungkapnya./hc2d.co.uk/itz.

sumber berita : republika.co.id

Posted in Medis, Tahukah Anda ? | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.